بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Image Source: chaitimes.co.uk
Beberapa waktu lalu saya menghadiri pertemuan alumni di kampus. Bersyukur ada upaya dari pihak prodi untuk melibatkan alumni memberi masukan terkait mata kuliah yang akan diterima oleh para mahasiswa di tahun ajaran berikutnya. Saya merasakan sekali bahwa ilmu yang saya dapat di kelas beberapa tahun lalu sangat kurang, sehingga saat itu saya memutuskan untuk mengambil magang dua kali di dua perusahaan yang berbeda.

Saat sesi sharing ke beberapa adik tingkat yang hadir, saya menyampaikan empat hal terkait upaya mengejar profesi yang diinginkan sebagai masukan atau saran untuk mereka. Saya menyampaikan ini bukan karena saya seorang profesional yang sukses, bukan, melainkan karena saya telah melampui target pribadi saya untuk  'mencicipi' profesi yang sangat ingin saya capai. Saat ini saya telah melepas profesi tersebut dan bersiap mengejar target selanjutnya. Mohon doanya, ya, readers :)

Nah, apa saja empat tips untuk mengejar profesi yang kamu inginkan?

1. Temukan Hal yang Membuatmu Antusias

Banyak sekali orang yang merasa mereka adalah multitasker, sehingga kesulitan menentukan fokus dan tak jarang merasa 'hampa' dengan apa yang mereka kerjakan. Nah, agar perasaan 'hampa' tadi tidak menghampiri diri kita, temukan hal yang paling membuat kita merasa antusias saat melakukannya. Kalaupun tidak terlalu antusias, setidaknya tantangan apa pun yang ditemui tak akan membuat kita menyerah dengan keadaan. Apalagi jika kita sangat antusias, maka sesulit apa pun tantangan yang ditemui, kita akan bersemangat menghadapinya.

Jika sudah terlanjur terjun ke suatu profesi, namun di tengah jalan kita menyadari bahwa profesi tersebut tidak tepat. Sebelum melangkah lebih jauh lagi, yakinkan hati kita apa yang benar-benar ingin kita capai. Jangan sampai menyesal atau bahkan menyalahkan orang lain. Masa depan kita bergantung upaya kita, bukan ditentukan orang lain.

2. Perbanyak Portfolio

Portfolio bisa beragam, portfolio desain, video, tulisan, atau kegiatan-kegiatan organisasi. Kebutuhan portfolio bergantung terhadap profesi apa yang ingin kita capai. Portfolio bisa didapatkan dari mengikuti berbagai kompetisi, kegiatan volunteer, tugas-tugas kuliah, dan sebagainya. Kualitas portfolio akan membantu kita mudah di terima di lingkungan yang ingin kita terjun di dalamnya. Misalnya artikel ini, bisa menjadi portfolio tulisan saya. Jika profesi impianmu adalah menjadi videografer, tentu portfolio yang harus diperbanyak adalah video-video karya kamu. Yuk, mulai perbanyak portfolio sebelum lulus kuliah!

3. Temukan dan Datangi Mentor

Seperti sebuah rencana travelling ke luar kota, kita pasti telah menentukan tujuan kota yang hendak didatangi, lalu mencari berbagai referensi yang akan membantu kita meng-explore kota tersebut. Nah, sama halnya dengan mentor, memiliki mentor akan membantu kita agar tidak lupa dengan profesi yang ingin kita capai. Alhamdulillah, saya dipertemukan Allah dengan orang-orang baik, yang dengan senang hati berbagi cerita dan nasihat agar saya bersemangat melampaui profesi yang saya inginkan.

Bagaimana cara menemukan mentor yang tepat? Pastinya tentukan dulu profesi apa yang ingin dicapai, lalu cari tahu siapa saja yang berpotensi menjadi mentor di bidang yang ingin kita geluti. Setelah yakin siapa calon mentornya, segera datangi dan sampaikan bahwa kita ingin belajar kepada beliau. Ini bukan hal yang mudah, tapi inilah proses yang menyenangkan.

4. Totalitas Saat Magang

Last but not least, ketika telah menentukan mentor dan tempat magang untuk belajar, jalanilah setiap prosesnya dengan total, dengan maksimal, dengan profesional. Selama menjalani masa magang di tahun 2014 dan 2015, saya melakukannya dengan total. Dari situ pembimbing magang saya melihat potensi yang kadang tidak saya sadari. Banyak hal baru dan kepercayaan dilimpahkan kepada saya, ini membuat saya belajar banyak hal yang tidak didapatkan di kampus. So, jalani masa magang dengan sangat baik, ya. Good luck!